jump to navigation

Muqadimah

Al-quran yang mulia ini datang untuk menyeru fitrah manusia seiring dengan logiknya. Ia diturunkan oleh pencipta fitrah itu, yang maha mengetahui tentang apa yang baik baginya dan memperbaikinya, yang maha mengetahui bagaimana harus berdialog dengan fitrah itu, yang maha mengenal jalan memasukinya dan mempengaruhinya. Ia datang menawarkan kepada fitrah itu hakikat yang tersimpan di dalamnya sebelumnya dan apa yan gdikenal oleh fitrah itu sebelum ia diseur oleh al-Quran ini. Kerana pada dasarnya fitrah itu terbangun di atas kemurnian dan pokok asalnya yang pertama.

 

Itulah hakikat pengakuan keberadaan Pencipta dan keesaanNya, mengarahkan kepadaNya semata-mata segala ibadah dan taubat bersama bahtera seluruh makhluq yang ada yang semuanya menuju kepada penciptanya dengan bertasbih dan bertahmid. Hanya saja fitrah itu kadang-kala ditutup oleh awan kehidupan dunia ini, dan ditimbuni oleh lebatnya daging dan darah sehingga, dorongan-dorongan hawa nafsu dan syahwat memalingkannya dari jalan kebenaran.

 

Di sini al-Quran datang untuk menyeru fitrah dengan logik yang dikenal manusia, menawarkan kepadanya hakikat yang dilupakannya, dengan cara yang akrab dengannya. Al-Quran itu mendirikan manhaj kehidupan seluruhnya. Di atas asas hakikat ini, di mana manhaj tersebut lurus dan seiring dengan aqidah, fitrah, dan jalan menuju Khaliq yang maha esa, maha mengatur dan maha mengetahui.

 

Surah makkiyah ini (Surah Luqman) merupakan salah satu contoh dari method al-Quran dalam berdialog dengan hati manusia. Ia membahas tentang permasalahan aqidah dalam jiwa-jiwa orang musyrik yang telah menyimpang dari aqidah. Sesungguhnya permasalahan itu merupakan bahasan yang ingin dibahas dengan jelas oleh surah-surah makkiyah, dengan method yang bermacam-macam dan dari sudut yang berbeza-beza. Ia dapat mencapai hati manusia sehingga dapat menangkapnya dari segala penjurunya. Ia dapat menyentuh salur-salur hati dengan pelbagai pengaruh yang dapat membangkitkan dan menyemangati fitrah manusia.

 

Permasalah aqidah di sini, diringkas dalam masalah pengesaan Khaliq, beribadah kepadaNya semata-mata, dan mensyukuri nikmat-nikmatNya. Juga meyakini kehidupan akhirat dan segala yang terjadi di dalamnya. Iaitu, hisab yang detail dan balasan yang adil, dan dalam mengikuti apa yang diturunkan oleh Allah dan meninggalkan aqidah dan adat-adat istiadat lainnya.

 

Surah ini memaparkan permasalahan ini dengan cara membangkitkan pemikiran untuk mengenal method al-Quran yang menakjubkan dalam berdialog dengan fitrah dan hati. Setiap daie sangat membutuhkan perenungan tetang method ini.

 

Sesungguhnya al-Quran itu memaparkan permasalahan ini di ruangan tempat pemaparan al-Quran itu sendiri, iaitu, ruangan alam semesta yang agong ini, meliputi langit bumi matahari bulan siang, malam, daratan, lautan, ombak, hujan, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan. Ajang pemaparan di alam semesta ini, terjadi berulang-ulang. Sehingga seluruh alam semesta beralih menjadi saksi-saksi dan tanda-tanda yang berbicara serta menjadi bukti-bukti yang tersebar tentang iman dan tanda-tandanya. Ia mengajak hati-hati manusia, mempengaruhinya dan menghidupkannya serta mengajaknya berjalan di atas jalur-jalur dan jalannya.

 

(dipetik dari Muqaddimah surah Luqman, fizilalil quran)

Comments»

No comments yet — be the first.