jump to navigation

4.6 si dunia (dunia mengotori jiwaku) November 6, 2008

Posted by abuabubakr in 4. s i d u n i a.
add a comment
Sesungguhnya salah satu faktor terpenting agar sesuatu kemenangan bisa diraih dan diantara sebab2 diterimanya suatu amal adalah tampilnya hati2 yg tulus. Sementara kebangkitan Islam saat ini justru masih mengalami banyak kekurangan, karena hati2 yg tulus itu raib entah kemana. Padahal di kalangan para pendahulu kita, hati2 yg bersih itu begitu banyak, meskipun tidak dianggap penting untuk dibicarakan oleh lidah orang2 yang selalu mengucapkan kalimat haq.
Itulah hati2 yg tulus, yakni yg tdk pernah melirik dan menginginkan kedudukan duniawi.
Itulah hati2 yg tulus, yg tidak pernah memikirkan posisinya di jalan dakwah.
Itulah hati2 yg tulus yang tidak pernah mengenal istirahat, bosan, dan keluh kesah bahkan senantiasa berdoa setiap kali terlibat dalam pekerjaan2 dakwah: “Ya Allah sibukkanlah kami untuk mengurusi kebenaran, dan jangan sibukkan kammi denagn kebatilan.”
Itulah hati2 yg tulus yang tidak mengenal batas waktu untuk bekerja demi dakwah dan tidak mengenal ujung untuk beristirahat.
Itulah hati2 yg tulus yang tidak pernah bekerja karena Fulan atau untuk memperoleh sesuatu harta duniawi. Tetapi mereka bekerja hanya untuk memperoleh ridho Allah semata.
Itulah hati2 yg tulus yang tampil ke depan di saat orang2 lain enggan, menunjukan keteguhan di saat orang2 lain terpeleset, tetap sabar di saat orang2 lain mengeluh dan bersikap bijak di saat orang2 lain bertindak bodoh dan tetap mengampuni di kala hak2nya dipecundangi orang.
Itulah hati2 yang tulus, yg di dalamnya tidak terdapat sedikit pun kedengkian terhadap sesama muslim.
Itulah hati2 yg tulus yg tidak pernah mengenal balas dendam dalam dirinya.
Dan itulah hati2 yg tulus yang tidak pernah bisa tidur kaerena ikut menderita atas apa2 yang menimpa Islam.
Sayyid Quthb berkata:
Al Quran telah menciptakan hati2 yg siap memikul amanat. Hati2 ini mesti teguh dan kuat, sehingga tidak menginginkan apapun di muka bumi ini, tetapi sanggup memberikan segenap apapun dan menanggung segala apapun. Yaitu, hati2 yg hanya memandang ke akhirat dan tidak mengharap apapun kecuali ridho Allah…”

Ya apabila be
nar2 ada hati2 seperti ini, yang pasti diketahui Allah kejujuran niatnya, sebagaimana yang mereka nyatakan dalam janji mereka, maka niscaya Allah memberikan pertolongan kepada mereka di muka bumi dan memberi mereka kepercayaan untuk mengemban amanah itu. Karena, hanya hati-hati seperti itulah yang siap menunaikan amanat tersebut sejak adanya amanat itu sendiri. Yaitu hati-hati yang tidak pernah menuntut suatu keuntungan duniawi yang dijanjikan, dan tidak pernah melirik suatu keuntungan apapun di muka bumi yang hendak diberikan kepadanya. Ya, itulah hati2 yang benar2 tulus kepada Alah. Kapan saja, mereka tidak mengenal balasan apapun bagi amanat yang diembannya, selain ridho-Nya.

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan- Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS At-Taubah : 105)