T I M E management June 15, 2009
Posted by abuabubakr in Uncategorized.add a comment
Bismillah.. saya mulakan dengan nama mu ya Allah
sebenarnya dah lama tak blog-suru . . . recently saya mencari something to learn for t i m e m a n a g e m e n t . . .
the most interesting thing is when you start the philosophy with the chapter of al-Ass in the quran .. well, dont wanna explain that much of this, you can find it in other article from this blog ..
this I want to share with you . i dont know whether it is true or not, but maybe worth trying . . . (personally i wanna try this)
wassalamualaikom warahmatullahi wabarokatuh ..
Praise Allah! selalu
abuabubakr
These are terrorists to them January 12, 2009
Posted by abuabubakr in Uncategorized.add a comment

The “Israeli Defense Forces (IDF)” on Sunday released the pictures of some of Hamas’ most wanted “terrorists” it said it has killed since the start of the Israeli onslaught in the Gaza Strip more two weeks ago.
An Israeli spokesman told foreign reporters in Jerusalem that the world community, especially Americans and Europeans, shouldn’t be deceived by the ostensibly young age of the killed terrorists.
“They may look young to you and me. But these people are terrorists at heart. Don’t look at their deceptively innocent faces, try to think of the demons inside each of them.”
The spokesman, Nachman Abramovic, said he was “absolutely certain” that these people would grow to be “evil terrorists if we allowed them to grow.”
“If you were in our shoes, would you allow them to grow to kill your children or finish them off right now”?
Asked if he was worried about possible criticisms from the international community, Abramovic said he was not worried a bit because “We are only defending ourselves.”
“Would you apologize for defending yourself if another person attacked you without any provocation,” the Israeli spokesman asked an American reporter.
Impressed by the answer, the American reporter said “You are right, Sir, absolutely.”
The IDF spokesman added that Israel didn’t really target civilians in Gaza and that the world should fall into trap of Hamas’s propaganda.
“I challenge serious news media to prove that we have killed a single innocent civilian in Gaza .
“Don’t tell me Aljazeera said this or CNN said that. You know all these people are anti-Semites and can’t be relied upon to tell the truth.”
He added that in any case, honest and moral people ought to differentiate between “true human beings” and “human animals.”
“We do kill human animals, and we do so unapologetically. Besides who in the West is in a position to lecture us on killing human animals. After all, whose hands are cleaned?”
Another Israeli spokesman, Tzipora Menache, said she was not immensely worried about negative ramifications that Operation Cast Lead might have on the way the Obama administration would view Israel .
“You know very well, and the stupid Americans know equally well, that we control their government, irrespective of who sits in the White House.”
“You see, I know it and you know it that no American president can be in a position to challenge us even if we do the unthinkable.”
Asked if she was not worried that her remarks would cause a public relations disaster, Menache said “what can they do to us. We control congress, we control the media, we control show biz, we control everything in America.
These are terrorist to them

current opinoin (on who to do what) January 9, 2009
Posted by abuabubakr in Uncategorized.add a comment
standfast!!
bicara Palestin ft. Dr. Hafidzi January 9, 2009
Posted by abuabubakr in Uncategorized.add a comment
bahagian 1
bahagian 2
The world is too busy to look into Gaza January 5, 2009
Posted by abuabubakr in Uncategorized.add a comment
4.6 si dunia (dunia mengotori jiwaku) November 6, 2008
Posted by abuabubakr in 4. s i d u n i a.add a comment

Itulah hati2 yg tulus yang tidak pernah mengenal istirahat, bosan, dan keluh kesah bahkan senantiasa berdoa setiap kali terlibat dalam pekerjaan2 dakwah: “Ya Allah sibukkanlah kami untuk mengurusi kebenaran, dan jangan sibukkan kammi denagn kebatilan.”
Itulah hati2 yg tulus yang tidak mengenal batas waktu untuk bekerja demi dakwah dan tidak mengenal ujung untuk beristirahat.
Itulah hati2 yg tulus yang tidak pernah bekerja karena Fulan atau untuk memperoleh sesuatu harta duniawi. Tetapi mereka bekerja hanya untuk memperoleh ridho Allah semata.
Itulah hati2 yg tulus yang tampil ke depan di saat orang2 lain enggan, menunjukan keteguhan di saat orang2 lain terpeleset, tetap sabar di saat orang2 lain mengeluh dan bersikap bijak di saat orang2 lain bertindak bodoh dan tetap mengampuni di kala hak2nya dipecundangi orang.
Itulah hati2 yang tulus, yg di dalamnya tidak terdapat sedikit pun kedengkian terhadap sesama muslim.
Itulah hati2 yg tulus yg tidak pernah mengenal balas dendam dalam dirinya.
Dan itulah hati2 yg tulus yang tidak pernah bisa tidur kaerena ikut menderita atas apa2 yang menimpa Islam.
” Al Quran telah menciptakan hati2 yg siap memikul amanat. Hati2 ini mesti teguh dan kuat, sehingga tidak menginginkan apapun di muka bumi ini, tetapi sanggup memberikan segenap apapun dan menanggung segala apapun. Yaitu, hati2 yg hanya memandang ke akhirat dan tidak mengharap apapun kecuali ridho Allah…”
Ya apabila benar2 ada hati2 seperti ini, yang pasti diketahui Allah kejujuran niatnya, sebagaimana yang mereka nyatakan dalam janji mereka, maka niscaya Allah memberikan pertolongan kepada mereka di muka bumi dan memberi mereka kepercayaan untuk mengemban amanah itu. Karena, hanya hati-hati seperti itulah yang siap menunaikan amanat tersebut sejak adanya amanat itu sendiri. Yaitu hati-hati yang tidak pernah menuntut suatu keuntungan duniawi yang dijanjikan, dan tidak pernah melirik suatu keuntungan apapun di muka bumi yang hendak diberikan kepadanya. Ya, itulah hati2 yang benar2 tulus kepada Alah. Kapan saja, mereka tidak mengenal balasan apapun bagi amanat yang diembannya, selain ridho-Nya.
“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan- Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS At-Taubah : 105)
2.6 jalan kita sama (words from scholars) October 13, 2008
Posted by abuabubakr in 2. j a l a n k i t a s a m a.add a comment
4.5 si dunia (takut dan sedih) October 8, 2008
Posted by abuabubakr in 4. s i d u n i a.1 comment so far
Manusia menderita dua penyakit kronik, iaitu takut dan sedih. Jika engkau selidiki setiap penyakit yang ditemui di atas muka bumi ini, engkau akan dapati semuanya mendasar dari dua penyakit ini, iaitu taku dan sedih. Dua penyakit inilah puncanya. Punca segala penyakit. Saya tidak maksudkan penyakit fizikal. Tetapi yang saya maksudkan adalah semua penyakit rohani, penyakit hati, kekerasan jiwa, penyakit-penyakit masyakarat yang menghuru-harakan kehidupan manusia. Ia malah lebih teruk lagi daripada penyakit fizikal. Malah sesetengah penyakit fizikal itupon mendasar dari dua penyakit ini. Takut. Takut kepada perkara yang belum berlaku. Sedih pada perkara yang telah berlalu. Lihat sahaja di Jepun, ramai yang menghidap penyakit berkaitan jantung, darah tinggi akibat tekanan kerja. Semuanya ini berpunca takutkan masa depan, takutkan kemiskinan, takut dibuang kerja dsb. Sedih pula sering membawa kepada putus harap, gila dsb.
Manusia jadi bingung disebabkan dua perkara ini. Takut kalau-kalau masa depannya tak terjamin, takut miskin, takut kalau-kalau tidak mempunyai kerja, takut kalau-kalau tidak (atau lambat) berkahwin, takut memiliki anak kerana memikirkan tanggungan itu, kalau-kalau ia akan membebankan, kalau-kalau ia akan membawa sial. Takut menukar kehidupan daripada jahiliyyah yang sempit kepada dunia kebenaran yang luas dan lapang. Walaupon setelah jelas kebenaran itu datang kepadanya.
Setelah memiliki kerja, takut pula dibuang kerja. Setelah mendapat biasiswa, takut pula ditarik biasiswanya, setelah berkuasa takut pula hilang kuasa. Begitulah seadanya manusia, setelah takutkan itu, takutkan ini pula. Sehingga takut itu membesar dalam pemikiran mereka, dan menjadi satu dasar pendirian dalam hidup mereka. Hidup berlandaskan rasa takut. Takut diperkatakan orang, takut itu dan ini. Sehingalah takut itu sendiri memotivasikan diri mereka, untuk menghilangkan rasa takut itu dengan cara dan sangkaan mereka. Lakukanlah apa sahaja asalakan kau dapat kerja, asalakan kau tak hilang kuasamu, asalkan kau punyai life, asalkan kau tidak diperkatakan orang.
Manusia itu dilahirkan dengan perasaan takut, tetapi bukan itu tempatnya..
Sedih. Sedih pada perkara silam. Sedih kerana perkara yang ditakutkan tadi itu banar-benar terjadi. Sesungguhnya ia pasti akan terjadi samada kau takutkan ia atau atau kau sedihkannya. Sesungguhnya pena telah terangkat dan dakwat telah pon kering (hadith ke-19 daripada hadith 40).
Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (di luh mahfuz) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah. (al-Hadid, 57 : 22)
Sedih pada kehilangan, sedih kerana tertinggal keretapi, tidak lulus perperiksaan, putus cinta, kehilangan harta, kehilangan kuasa dan sebagainya. Seolah-olah ia berada di penghujung dunia. Seolah-olah dunia akan kiamat dengan kehilangan itu. Sehingga sedih itu mempermain-mainkannya, sehingga sedih itu sentiasa berlegar di kotak fikirannya. Sehingga tidak boleh ia menerima sesuatu perkara yang telah berlaku itu. Seakan-akan perkara yang berlalu itu boleh kembali dan diperbetulkan. Sedangkan apa-apa yang hilang dari dirimu itu urusan Tuhanmu.
Tidak sedar olehnya itulah qadar (ketentuan) Allah. Itulah kehendak Allah. Itulah sususan yang disusun Sang Pencipta yang berkehendak.
Meskipun demikian …
Diantara manusia ada yang berhasil mengeluarkan diri daripada dua penyakit ini. Hidupnya tenteram dan setiap langkahnya damai. Ketakutannya adalah pada hari akhirat dan kemurkaan Allah, kesedihannya adalah pada setiap dosa dalam muhasabah amal memperbaiki diri saban hari. Semuanya itu diberi pahala (insyaAllah) dalam menuju Tuhannya. Dan hidupnya gembira dengan harapan serta janji dari Allah dan rasulNya. Mereka itulah yang sering disebut berulang-ulang kali di dalam al-Quran, “tiada ketakutan ke atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati”.
Mereka itu diri yang sedar tugas mereka sebagai khalifah di muka bumi ini, sepertimana dibebankan ke atas bapa dan ibu mereka (Adam dan Hawa). Dan mengikuti dengan bersungguh-sungguh petunjuk Allah, setelah ia datang kepadanya (tddr 2 : 38)
Mereka itu diri dari setiap golongan, tidak kira bangsa dan keturunan, yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, serta mengerjakan kebajikan.. beriman dan bekerja. Mereka mendapat pahala dari Tuhan mereka, Allah tiada Tuhan melainkan Dia. (tddr 2 : 62)
Mereka itu diri yang tiada lain bagi mereka di dunia ini. Tiadalah bagi mereka sebarang kepentingan. Diri yang menyerahkan bulat-bulat dirinya kepada Allah, dan berbuat baik. Diri yang menurut apa sahaja arahan dari Tuhannya yang disampaikan melalui nabi saw. (tddr 2 : 112)
Diantara mereka ada yang dikurniakan Allah dengan harta. Dan mereka menginfakkan harta mereka di Jalan Allah. Dengan ikhlas. Tidak pula mereka iringi dengan menyebut-nyebutnya, atau dengan sebarang perkataan yang menyakitkan hati (si penerima). (tddr 2 : 262)
Mereka itu diri yang menginfakkan harta secara sembunyi di malam dan siang hari. Biarlah, ia menjadi rahsia diantara dia dan Tuhannya. Biarlah hanya Allah dan dirinya sahaja yang mengetahuinya. Ia menjadi rahsia buat tanoshimi yang akan dibongkarkan pada hari pengadilan kelak. Ada juga diantara mereka yang menginfakkannya di siang dan malam hari secara terang-terangan, tetapi Allah mengetahui, hati mereka ikhlas, niat mereka supaya sunnah itu dapat diikuti orang ramai yang melihatnya. Mereka juga mendapat pahala dari sisi Tuhan meraka (tddr 2 : 274)
Meraka itu diri yang beriman kepada setiap yang diturun dan ditetapkan oleh Allah, walaupon perkara itu tidak logik dek akal, dan menjadi sesuatu yang bertentangan dengan amalan masyarakatnya. Namun mereka tetap mengerjakan perkara yang ditakrifkan sebagai ‘kebajikan’ oleh Tuhan itu, kerana Dialah pencipta dan penjaga seluruh alam ini. Kerana Dia sahajalah yang mengetahui seluruh rahsia dan hikmahnya. Diri yang hina ini cukup dengan hanya mengimani, walaupon nampak jelek di mata manusia lain. Mereka melaksanakan solat mendekatkan diri kepada Tuhan yang mereka imani, menunaikan zakat membersihkan harta mereka. Dan mereka juga turut mendapat pahala dari sisi Tuhan mereka. (tddr 2 : 277)
Mereka itu para pejuang jihad. Singa-singa Allah yang menjaga agama demi Tuhannya. Diantara mereka ada yang berhasil dianugerahkan bintang ‘syahid’, yang lainnya masih setia menunggu-nunggu anugerah itu. (tddr 3 : 170)
Mereka itu yang beriman dan bekerja dengan amal soleh. Tidak kira dari mana asal usul mereka, tidak kira apa jua latar belakang mereka. Tinggalkan semua itu, teruslah mereka menuju kepada iman dan amal soleh. (tddr 5 : 69)
Tidak cukup dengan itu, mereka adalah golongan yang beriman dengan para utusan dari langit. Setiap berita yang mereka kabarkan. Biarpun orang lain mendustakannya. Mereka tetap membenarkan. Itu berita gembira, mahupon amaran dari langit. Itulah iman. Yang mendasar dalam hati mereka. Mereka sedar, setiap yang batil di dunia ini harus diperbaiki, syariat perlu ditegakkan, dan mereka berada dalam golongan yang bekerja untuk tujuan itu. (tddr 6 : 48)
Sekali lagi Allah meneggaskan, mereka itu beriman dengan berita-berita dari langit. Dan mengadakan islah memperbaiki isi dunia ini. Mengembalikan ruh dan hak dunia ini seperti yang sebetulnya. (tddr 7 :35 )
Mereka itu para wali. Yang sentiasa merasakan kebersamaan Tuhan mereka. Maka apa lagi yang mereka takuti? segala kuasa terasa kecil bagi mereka, kerana yakin Allah bersama mereka. (tddr 10 : 61)
Maka Allah beri jaminan kepada mereka, dan tiadalah ketakutan ke atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.
waAllahua’alam
notes : tddr = tadabbur dari ayat
2.5 jalan kita sama (jalan kita sama) October 5, 2008
Posted by abuabubakr in 2. j a l a n k i t a s a m a.add a comment
Bismillahirahmanirahim. Saya mulakan dengan potongan ayat dari surah ‘the night’ atau ‘al-layl’.
“Demi malam ketika ia menyelubungi. Demi siang ketika ia terserlah terang bendenrang. Demi makhluk ciptaanNya lelaki dan perempuan.” (al-Layl 1-3).
Teringat satu ketita, tatkala saya keluar bersama zaujati di waktu malam. Sambil memerhatikan langit yang hitam dihiasi bintang.
“langit ni .. macam satu beg plastik yg menyelubungi bumi. Ade koyak-koyak (bintang yang menyinari) .. kan bang?”
sodaqaAllahul ‘azim. Malam itu memang menyelubungi bumi. Sebagai satu miracle dan tanda bagi orang yang berfikir.
Allah (Tuhan yang menciptakan seluruh alam ini) bersumpah dengan miracle-miracle ini.. untuk menarik perhatian manusia, ada perkara yang penting akan kau dengari selepas ini.
Perkara yang sering kau perdebatkan dalam perbincanganmu, perkara yang sering menjadi isu hangat di forum-forum di laman web yang melata ke seluruh pelusuk dunia, perkara yang sering kau confusekan, perkara yang lebih kau sukai berbincang mengenainya dari membersihkan dirimu (tazkiyatun nafs), dari berusaha mendekatkan diri kepada Tuhanmu (Taqarrub illaAllah), dari berusaha mengenal Allah (ma’rifatullah), Sang Rabbul’alamin.
Surah inilah jawapannya. Surah inilah penentunya. Jawapan dan penentu kepada persoalan-persoalan. mana satu ni? Betul ke tak betul? Ape bezanya? Boleh ke ade macam ni? Yang sering kau debatkan dengan panjang lebar untuk menentukan mana satukah yang betul. Sedang Tuhanmu telah pon memutuskannya, telah pon menetapkan jawapannya.
Persoalan tentang apa? Ya. Tentang “j e m a a h”. (bukankah kau sangat suka mendebatkannya?)
Sedang kau abaikan keputusan Tuhanmu..
“Demi malam ketika ia menyelubungi. Demi siang ketika ia terserlah terang bendenrang. Demi makhluk ciptaanNya lelaki dan perempuan. Sesungguhnya amal kamu bermacam-macam.” (al-Layl 1-4)
Tujuan Allah bersumpah dengan malam dan siang. Lelaki dan perempuan yang berbentuk complementary (saling melengkapi) adalah untuk menerangkan kepada kamu wahai manusia.. sesungguhnya amal kamu bermacam-macam. Usaha kamu berlainan dari segi hakikatnya, dari segi motifnya, dari segi arah tujuannya, dan dari segi hasilnya. Manusia di bumi ini berlainan dan tidak sama dari segi tabiat dan kecenderungan, dari segi fikiran dan minat. Semuanya masing-masing dan berbeza. Setiap orang merupakan dunia yang tersendiri yang hidup dalam planet yang tersendiri.
Ini merupakan satu hakikat, tetapi di sana ada lagi satu hakikat yang lain iaitu hakikat umum yang merangkul seluruh manusia dengan alam mereka yang berlainan itu. Di mana seluruh manusia yang berlainan tadi dikumpulkan dalam dua barisan yang mempunyai panji masing-masing.
Iaitu golongan pertama ;
Adapun orang yang memberi dan bertaqwa, dan percaya kepada aqidah yang paling indah. (al-Layl 5-6)
Dan golongan yang kedua ;
Adapon orang yang kikir dan merasa dirinya serba cukup. Dan tidak percaya kepada aqidah yang paling indah. (al-Layl 8-9)
Inilah dua barisan, yang menjadi tempat pertemuan berbagai-bagai jiwa dan usaha, berbagai-bagai cara-hidup dan berbagai-bagai matlamatnya. Masing-masing mempunyai jalan sendiri dan masing-masing mempunyai kemudahannya.
Adapun orang yang memberi dan bertaqwa, dan percaya kepada aqidah yang paling indah. Kami akan mudahkannya ke jalan kesenangan (al-Layl 5-7) (dari fizilalil quran)
Pokoknya adalah bekorban (memberi) dan bertaqwa. Serta berpegang teguh dengan aqidah yang paling indah. Iaitu aqidah Islam. Setelah ia telah bekorban, bertaqwa dan tsabat (tetap teguh) di jalanNya, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju kesenangan, jalan yang diimpikan setiap manusia. Kesenagan. Sesiapa yang Allah berikan kesenagan, maka sangat tenteramlah hidup dan setiap langkahnya. (ringkasan dari fizilalil quran)
Itulah keputusan Tuhanmu, yang tidak perlu kau perdebatkan lagi, Allah mahukan usaha dan pengorbananmu. Yang Allah sangat mengetahui, ianya bermacam-macam. Itulah penetapannya yang tak perlu kau confusekan lagi. Allah inginkan kau memberi dan bertaqwa, serta berpegang pada aqidah yang paling indah ini. Biar di manapon kau berada. insyaAllah jalan kita tetap sama. insyaAllah kita berada di bawah satu panji. Satu barisan manusia yang Allah rangkumkan, iaitu golongan orang yang memberi dan bertaqwa, dan percaya kepada aqidah yang paling indah. Maka kami akan mudahkannya ke jalan kesenangan.
Adapun sikap dan pendirian kita terhdp semua pertubuhan islam ialah sikap kasih sayang, persaudaraan, tolong menolong dan kesetiaan, kita sayang mereka, kita tolong, kita berusaha mencari jalan untuk mendekatkan jurang perbezaan pendapat, kita baiki pemikiran2 yang berlainan supaya dapat pertolongan utk dapat kebenaran di bawah lindungan bertolongan dan kasih sayang, kita jgn dipisahjauhkan oleh pendapat feqah atau masalah perbezaan mazhab. Sesungguhnya agama Allah ini adalah mudah, tiada yang siapa yang boleh menyusahkan agama Allah. Dengan taufiq Allah kita telah dapat mencapainya. Kita menyelidik mencari yang haq melalui cara yang mudah yang dapat diterima akal. Kita yakin sesungguhnya suatu hari kelak akan gugur nama2 atau gelaran2 yang membezakan antara satu jemaah dgn satu jemaah orang islam, akan digantikan tempatnya oleh kesatuan kerja menyatukan barisan2 angkatan pengikut Nabi s.a.w. Tidak ada selain dari saudara2 muslim yang bekerja kuat utk agama dan berjuang utk agama Allah.